Cerita Dewasa Jangan Buru-Buru untuk Klimaks Tom Masih Enak

Senin, 21 Mei 2018

Ceritabokep88.blogspot.com, Cerita Dewasa - Cerita Dewasa Jangan Buru-Buru untuk Klimaks Tom Masih Enak. Setibanya di Semarang, sehabis check in di hotel mereka langsung mengadakan kunjungan terhadap sebagian nasabah, yang dilaksanakan sampai dengan sehabis makan malam. sehabis selesai berurusan dengan nasabah, mereka kembali ke hotel, dimana Tom serta Anita melanjutkan acara mereka dengan duduk-duduk di bar hotel bersetara dengan mengobrol serta minum-minum. Elin terhadap awalnya diajak juga, tetapi pasal merasa amat lelah, serta di samping itu ia juga merasa tak nikmat menginterupsi mereka, tersebutkan ia lebih dulu kembali ke kamar hotel buat tidur.

Cerita Dewasa Jangan Buru-Buru untuk Klimaks Tom Masih Enak
Cerita Dewasa Jangan Buru-Buru untuk Klimaks Tom Masih Enak


Menjelang tengah malam, Elin seketika terbangun dari tidurnya, Perihal ini dikarenakan pasal ia merasa tempat tidurnya bergerak-gerak serta terdengar suara-suara aneh. Dengan perlahan-lahan Elin membuka matanya buat mengintip apakah yang terjadi. Hatinya terkesiap menatap Tom serta Anita sedang bergumul. Keduanya Berposisi dalam kondisi polos setara sekali. Anita yang bertubuh kecil itu, sedang Berposisi di atas Tom layaknya seperti seseorang yang sedang menunggang kuda, dengan pantatnya yang naik turun dengan laju. Dari mulutnya terdengar suara mendesis yang tertahan,

“Ssshhh…, sshhh…”, pasal bisa jadi takut membangunkan Elin

Kedua tangan Tom sedang meremas-remas kedua buah dada Anita yang kecil tapi padat berisi itu. Elin amat cemas serta Berposisi dalam posisi yang serba salah. Jadi dia cuma dapat terus berlagak layaknya sedang tidur. Elin mendambakan mereka laju selesai serta Tom dengan cepat kembali ke kamarnya. esok dia akan menegur Anita supaya tak melaksanakan Perihal layaknya itu lagi di kamar mereka. Seharusnya mereka bisa melaksanakan Perihal itu di kamar Tom sehingga mereka bisa melaksanakannya dengan bebas dengan tidak terganggu oleh siapa pun. Dari bau whisky yang tercium, rupanya keduanya masih Berposisi dalam kondisi mabuk. Elin berupaya keras buat bisa tidur kembali, meskipun sesungguhnya ia merasa amat terganggu dengan gerakan serta suara-suara yang ditimbulkan oleh mereka. cerita mesum

Pada saat Elin mulai terlelap, seketika ia mengalami sebuah sedang merayap terhadap area pahanya. Elin amat heran serta badannya mengejang, pasal terhadap saat dia perhatikan, nyatanya tangan kanan Tom sedang mencoba buat mengusap-ngusap kedua pahanya yang masih tertutup selimut. Elin berpura-pura masih terlelap serta mencoba mengintip apakah yang sesungguhnya sedang terjadi. Rupanya permainan Tom serta Anita telah selesai serta Anita dalam kondisi kelelahan dan merasakan kepuasan yang baru dinikmatinya, telah tergolek tidur.

Tom yang masih Berposisi dalam kondisi polos dengan posisi tubuh setengah tidur selain Elin, bersetara dengan bertumpu terhadap siku-siku tangan kiri, tangan kanannya sedang berupaya menyingkap selimut yang digunakan Elin. Elin menjadi amat panik, terhadap awalnya dia akan bangun serta menegur Tom buat menghentikan perbuatannya, akan tapi di pihak lain dia merasa tak nikmat pasal pasti akan bikin Tom malu, pasal dipikirnya Tom melaksanakan Perihal itu lebih dikarenakan pasal Tom masih Berposisi dalam kondisi mabuk. Akhirnya Elin bikin keputusan buat tetap berpura-pura tidur dengan asa Tom akan menghentikan kegiatannya itu. cerita selingkuh

Akan tapi harapannya itu nyatanya sia-sia belaka, bahkan secara perlahan-lahan Tom bangkit serta duduk di samping Elin. Tangannya menyingkap selimut yang menutupi badan Elin dengan perlahan-lahan serta dari mulutnya menggumam perlahan,

“Psssttt sayang, mari kubantu menikmati sebuah yang baru…, nih,. kubantu melepaskan celana dalammu…, nggak baik kalau tidur pakai celana dalam”, bersetara dengan tangannya yang tadinya mengelus-elus area atas paha Elin bergerak naik serta memegang tepi celana dalam Elin, setelah itu menariknya dengan perlahan-lahan ke bawah meluncur di antara kedua kaki Elin.

Badan Elin menjadi kaku serta dia tak tahu sesegera mungkin berbuat kaya gimana. Elin seakan-akan berubah menjadi patung, pikirannya menjadi gelap serta matanya dirasakannya berkunang-kunang. Tom menatap kedua gundukan bukit kecil dengan belahan sempit di tengahnya, yang ditutupi oleh rambut hitam kecoklatan halus yang tak terlampau lebat di antara paha atas Elin. Jari-jari Tom membuka satu persatu kancing daster Elin, bersetara dengan tangannya bergerak terus ke atas serta kini ia menyingkapkan semua selimut yang menutupi badan Elin, sehingga terlihatlah payudara Elin yang membukit kecil dengan putingnya yang kecil berwarna coklat tua.

Sekarang Elin tergolek dengan badannya yang dengan tidak busana, tungkai kakinya yang panjang serta pantat yang penuh berisi, dan buah dada yang kecil padat serta belahan di antara paha atas yang membukit kecil, benar-benar amat merangsang nafsu birahi Tom. Tom telah tak sanggup menahan nafsunya, penisnya yang baru saja terpuaskan oleh Anita, kini bangkit lagi, tegang serta siap tempur
Sejak saat itu Tom bertekad buat tak akan membebaskan Elin. Ia terlampau bernilai buat di biarkan, Tom akan menikmati badan Elin berulang-ulang terhadap malam ini. Kemolekan badan Elin terlampau sayang buat disimpan oleh Elin sendiri logikakan Tom. Tom memaksa badan Elin serta mulai meremas-remas payudara Elin yang sudah terbuka itu,

“Dengerin sayang, you akan aku ajarin menikmati sebuah yang nikmat, asal you baik-baik nurutin apakah yang akan aku tunjukkan”

Kesadaran Elin mulai kembali secara perlahan-lahan serta dengan badan gemetar Elin perlahan-lahan membuka matanya serta memperhatikan Tom yang sedang merangkak di atasnya. Elin mencoba memaksa tubuh Tom bersetara dengan berkata,

“Tom, apakah yang sedang kau laksanakan ini?”, “Sadarlah Tom, saya khan telah bersuami, jangan kau teruskan perbuatanmu ini!”. pasal menganggap Tom Berposisi dalam kondisi mabuk, Elin mencoba membujuk serta menggugah kesadaran Tom

Akan tapi Tom yang sudah amat terangsang menatap badan Elin yang molek halus mulus serta bugil di depan matanya mana mau mengerti, terlebih jika penisnya sudah dalam kondisi amat tegang
“Gila! Cakep banget! Lihat buah dadamu, padat banget. Cocok setara seleraku! You emang pinter merawat tubuhmu, sayang!”, kata Tom bersetara dengan menekan badannya ke badan Elin

Elin berupaya bangun berdiri, akan tapi tak dapat serta dia tak berani terlampau bertindak kasar, pasal takut Tom akan membalas berlaku kasar padanya.

Sedangkan dalam posisinya itu saja ia telah tak adanya lagi posibilitas buat lari
Sambil menjilat bibirnya Tom berbaring di sisi Elin.

“Lin, lebih baik you mengikuti kemauanku dengan manis, kalau tak aku akan maksa you serta aku perkosa you habis-habisan. Kalau you nurutin, you akan mengalami kenikmatan serta tak akan sakit”. lantas tangannya ditangkupkan di buah dada Elin, bersetara dengan meremas-remasnya dengan amat bernafsu, bersetara dengan mengalami kehalusan serta kepadatan buah dada Elin. “Bodi you oke banget!”, kata Tom. “Coba you berputar Elin!”. Perlahan-lahan dengan perasaan yang putus harapan Elin berputar membelakangi Tom. serta dirasakanya tangan Tom kini adanya di pantatnya meremas serta meraba-raba.

Kemudian Tom menyibakkan rambut Elin, serta dihirupnya leher Elin dengan hidungnya sedangkan lidahnya mencari leher Elin. bersetara dengan melaksanakan Perihal itu tangan Tom berpindah menuju kemaluan Elin. terhadap area yang membukit itu, tangannya bermain-main, mengelus-elus serta menekan-nekan, bersetara dengan berkata,

“Kasihan you, Elin, pasti suami you tak tahu metode membahagiakan you?”,
“Tapi tenang aja sayang, dengan saya, you nggak bakalan dapat lupa seumur hidup, you bakalan mengalami kaya gimana menjadi perempuan sejati!”. bersetara dengan memutar kembali badan Elin
Setelah itu Tom mengambil tangan Elin serta meletakkannya di kemaluannya yang sudah amat tegang itu.

Ketika mengalami tangannya menyentuh benda hangat yang besar lagi keras itu, badan Elin tersentak, belum sempat Elin bisa beranalogi dengan jelas, berasa tubuhnya sudah ditelentangkan oleh Tom serta dengan laju Tom sudah berjongkok di antara kedua kakinya yang dengan paksa terkangkang dampak tekanan lutut Tom. Dengan sebelah tangannya menuntun penisnya yang besar, Tom lantas menempelkan ujung penisnya ke bibir vagina Elin,

“Apa you mau aku masukin itu?”,
“Aaahhh…, jangaaann…, jaaangaaann…, Toomm…”, Elin dengan suara mengiba-iba masih berupaya mencoba menghambat niat Tom
Elin mencoba mengeser pinggulnya ke samping, berupaya menjauhi penis Tom supaya tak bisa menerobos masuk ke dalam liang kewanitaannya
Sambil tersenyum Tom berkata lagi,

“You tak bisa kemana-mana lagi, lebih baik you diam-diam saja serta menikmati permainan aku ini!”. Tom lantas memajukan pinggulnya dengan laju serta menekan ke bawah, sehingga penis besarnya yang sudah menempel terhadap bibir kemaluan Elin dengan laju menerobos masuk ke dalam liang vagina Elin dengan dengan tidak bisa dihalangi lagi.

Testis Tom mengayun-ayun menampar area bawah vagina Elin, sedangkan Elin megap-megap pasal dorongan keras Tom.

Elin belum pernah mengalami saat layaknya ini, tiap area badannya serasa amat peka pada rangsangan. Buah dadanya terangsang saat ditindih oleh dada Tom. pribadinya telah lupa kalau sedang diperkosa, ia tak peduli terhadap badan besar Tom yang sedang bergerak naik turun menindih badannya yang langsing. Elin mulai mengalami suatu sensasi kenikmatan yang menggelitik di area bawah tubuhnya, vaginanya yang sudah terisi oleh penis besar serta panjang milik Tom, berasa menggelitik serta menyebar ke semua tubuhnya, sehingga Elin cuma dapat menggeliat-geliat serta mendesis serupa orang kepedasan.

Elin cuma berupaya menikmati semua rasa enak yang dirasakan badannya. kini Elin mencoba buat berupaya aktif dengan ikut menggerakkan pinggulnya mengikuti irama gerakan Tom di atasnya. Tom menatap Elin mengerang, merintih serta mengejang tiap kali ia bergerak. serta Elin telah mulai habit mengikuti gerakannya. Tom mengalami tangan Elin merangkul erat terhadap punggung bawahnya mengelus-elus ke bawah serta meremas-remas pantatnya dan menariknya ke depan supaya makin merapat terhadap badan Elin. Tom terus menggosok-gosokkan penisnya terhadap klitoris Elin.

Tom kini ingin bikin Elin orgasme terlebih dahulu. Elin makin terangsang serta tidak terkendali lagi tiap kali area badannya bergerak mengikuti tekanan serta sodokan Tom, kini wajahnya terbenam di dada bidang Tom, mulutnya megap-megap layaknya ikan terdampar di pasir, dengan perlahan-lahan mulutnya bergeser terhadap dada Bossnya serta bersetara dengan terus menjilat akhirnya tiba terhadap puting susu Tom. kini Elin secara refleks mulai menyedot serta menghisap puting susu Tom, sehingga tubuh Tom mulai bergetar juga saking merasa nikmatnya. Penis Tom berasa makin keras, sehingga Tom makin ganas saja menggerakkan pantatnya menekan pinggul Elin dalam-dalam. Elin mengalami vaginanya berkontraksi, bersetara dengan berupaya menahan rasa geli yang tak terlukiskan menggelitik semua dinding liang kemaluannya serta menjalar ke semua tubuhnya.

Perasaan itu semakin lama semakin kuat menguasainya sehingga seakan-akan menutupi kesadarannya serta mengangkutnya melayang-layang dalam kenikmatan yang tak pernah dirasainya sepanjang ini serta tak bisa dilukiskan maupun diuraikan dengan kata-kata. Kenikmatan yang dihadapi Elin tercermin terhadap gerakan badannya yang meronta-ronta liar dengan tidak terkendali bagaikan ikan yang menggelepar-gelepar terdampar di pasir. Desahan panjang penuh kenikmatan keluar dari mulutnya yang mungil,

“Ooohhhh…,. aagghh…, adduhhh!”
Kedua pahanya melingkari pantat Tom serta dengan kuat menjepit dan menekan ke bawah, didampingi badannya yang mengejang serta kedua tangannya mencengkeram alas tempat tidur dengan kuat, benar-benar suatu orgasme yang dahsyat sudah melanda Elin. Tom mengalami penisnya terjepit dengan kuat oleh dinding kemaluan Elin yang berdenyut-denyut didampingi isapan kuat seakan-akan hendak menelan batang penisnya. berasa benar jepitan dinding vagina Elin serta di ujung sana berasa adanya “tembok” yang mengelus kepala penisnya.

Setelah beristirahat sebentar serta menatap Elin telah agak tenang, Tom mulai memompa lagi. Pompaan Tom kali ini dengan cepat dibalas oleh Elin, pinggulnya bergerak-gerak “aneh” tetapi akibatnya luar biasa. Penis Tom serasa dilumat dari pangkal sampai kepalanya. lantas masih ditambah dengan variasi, ketika pinggul Elin berhenti dari gerakan aneh itu, seketika Tom mengalami penisnya terjepit dengan kuat serta dinding-dinding kemaluan Elin berdenyut-denyut secara teratur, sekitar 4-5 kali denyut menjepit, baru setelah itu bergoyang aneh lagi.

Wah, suatu sensasi melanda perasaan Tom, suatu kaitan kelamin yang belum pernah dinikmatinya dengan perempuan manapun juga sepanjang ini. Menyesal Tom pasal tak dari dulu-dulu menikmatinya. Gerakan aneh di dalam liang kemaluan Elin semakin bervariasi. kadang Tom justru meminta Elin berhenti bergoyang buat secukupnya menarik nafas panjang. Lumatan dinding kemaluan Elin terhadap penis Tom membuatnya geli-geli serta serasa akan ‘meledak’
Tom tak ingin cepat-cepat sampai, pasal masih ingin menikmati

“elusan” vagina Elin. tapi gerakan-gerakan di dalam liang kewanitaan Elin makin menggila serta makin liar.

Hingga akhirnya Tom sesegera mungkin menyerah, tidak dapat menahan lebih lama lagi perasaan enak yang melandanya, makin laju Tom bergerak mengimbangi goyangan pinggul Elin, makin berasa pula rangsangan yang akan meletupkan lahar panas yang sedang menuju klimaks, mendaki puncak, saat-saat yang paling enak. serta akhirnya, terhadap tusukan yang terdalam, Tom menyemprotkan maninya kuat-kuat di dalam liang kewanitaan Elin, bersetara dengan mengejang, melayang, bergetar. terhadap detik-detik saat Tom melayang tadi, seketika kaki Elin yang terhadap awalnya mengangkang, diangkatnya serta menjepit pinggul Tom kuat-kuat. sangat amat kuat.

Lalu badannya ikut mengejang sebagian detik, mengendor serta terus mengejang lagi, lagi serta lagi…, Elin pun tak sanggup menahan dorongan orgasme yang melandanya lagi, punggungnya melengkung ke atas, matanya terbeliak-beliak, dan keseluruhan badannya bergetar dengan hebat dengan tidak terkendali, seiring dengan meledaknya kenikmatan orgasme di vaginanya. Orgasme kedua dari Elin.

“Toommm, aduuuh, Toomm, aahhhhh…, aaduuhh…, nikmaaatt,. Toomm…!”

Tom tersenyum puas menatap badan Elin terguncang-guncang pasal orgasme sepanjang 15 detik dengan tidak henti-hentinya. setelah itu tangan Elin dengan eratnya menekan pantat Tom ke arah selangkangannya bersetara dengan kakinya menggelepar-gelepar ke kiri kanan. Tom pun terus menggerakkan penisnya buat menggosok klitoris Elin. sehabis orgasmenya selesai, badan Elin langsung terkulai lemas tidak berdaya, terkapar, dengan kedua tangan serta kakinya terbentang melebar ke kiri kanan. Elin merasa bagian-bagian badannya seolah terlepas serta tubuhnya tak bisa digerakkan setara sekali.

Setelah gelombang dahsyat kenikmatan yang melandanya surut, Elin kembali ke alam nyata serta merasai jikalau dia sedang terkapar di bawah tindihan tubuh kekar lelaki bule berkulit putih yang bukan suaminya yang baru saja membagikan kepuasan yang tiada tara padanya. Suatu perasaan malu serta menyesal melandanya, kaya gimana dia dapat begitu mudah ditaklukkan oleh lelaki tersebut. dengan tidak berasa air mata penyesalannya bergulir keluar serta Elin mulai menangis tersedu-sedu. Dengan badannya yang masih menghimpit tubuh Elin, Tom mencoba membujuknya dengan membagikan beragam sebab mengapa antara lain pasal ia terlampau banyak minum sehingga tak bisa mengendalikan dirinya.

Sambil membujuk serta mengelus-elus rambut Elin dengan perlahan-lahan penisnya mulai tegang lagi serta dengan halus penisnya yang jelas jelas sudah Berposisi tepat di depan kemaluan Elis ditekan perlahan-lahan supaya masuk ke dalam kewanitaan Elin. terhadap saat mengalami penis Tom mulai menerobos masuk ke dalam kewanitaannya, Elin bereaksi sedikit dengan mencoba memberontak tidak kuat tetapi akhirnya diam pasrah serta membiarkan penis besar tersebut masuk sepenuhnya ke dalam liang kewanitaannya.

Dengan perlahan-lahan Tom menggerakkan tubuhnya naik-turun, sehingga lama-kelamaan badan Elin mulai terangsang kembali serta bereaksi, serta pergumulan kedua insan tersebut makin lama makin seru mendaki puncak kepuasan serta kenikmatan, terlupa akan segala penyesalan. Pertarungan mereka terus berlanjut selama malam serta baru berhenti menjelang fajar menyingsing keesokan harinya.

Pukul 10 pagi keduanya baru terbangun serta terlihat Anita sudah berpakaian rapi, sedang menikmati sarapan paginya bersetara dengan mengerling ke arah mereka dengan senyum-senyum rahasia. terhadap mulanya Elin merasa amat malu pada Anita, tetapi menatap reaksi Anita yang layaknya itu, seakan-akan mengajak bersekutu, akhirnya Elin menjadi habit.

Share

1 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

View AllCerita Ngentot

 
Copyright © 2015. Cerita Bokep, cerita seks, cerita dewasa, cerita mesum.
Design by YOYOSHII. Published by Themes Paper. Powered by Blogger.
Creative Commons License